Sejarah Syiah, Perebutan Kuasa Sepeninggal Rasulullah

Diposting pada

Mendengar kata Syiah pastilah bukan lagi kata yang asing bagi masyarakat Indonesia, terutama umat muslim. Syiah merupakan salah satu aliran dari agama Islam yang memiliki penganut cukup banyak di Indonesia. Namun, sayangnya perbedaan pemahaman atau ideologi membuat beberapa orang salah paham dengan aliran atau ideologi ini, dimana hal itu tak perlu terjadi. Oleh karena itu, akan sangat penting untuk mengetahui sejarah syiah.

Sejarah Syiah dan Latar Belakang Aliran Syiah

Sejarah Syiah dan Latar Belakang Aliran Syiah

Baca juga : Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Masa Jaya Hingga Peninggalannya

Mempelajari sejarah syiah tentu tak bisa dilepaskan dari definisi kata syiah itu sendiri. Syi’ah atau tasyayyu secara etimologi mengandung pengertian sebagai kelompok atau golongan yang memiliki pandangan yang sama, berkumpul untuk suatu masalah. Syiah juga memiliki pengertian sebagai pembela atau pengikut atas seseorang. Definisi syiah tak dapat dilepaskan dari sejarah Islam terutama yang berkaitan dengan Ali bin Abi Thalib, dimana syiah juga didefinisikan sebagai orang yang setia kepada Ali dan menjadikan julukan khusus bagi para pengikut Ali. syiah yang lebih luas ini mencakup pada pengikut, partaim kelompok maupun penyokong dari partai Ali bin Abi Thalib. Latar belakang aliran syiah di dunia Islam digunakan untuk mengidentifikasi golongan-golongan politik atau kelompok yang memiliki perbedaan pendapat dalam hal hukum dan penguasa. Pengertian syiah ini juga berkaitan pada kepemimpinan atau kekhalifahan di kalangan umat muslim pada zaman Ali. Menurut para pengikut Ali, imam atau khalifah ditunjuk dengan cara penunjukkan atau pendelegasian dengan sistem terbuka atau rahasia dan mengedepankan silsiah keturunan.

Latar Belakang Syiah

Menurut tokoh syiah sendiri, syiah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui ajarah tauhid. Hal tersebut disampaikan oleh tokoh syiah Muhammad Husein Al-Muzaffari. Pendapat mengenai latar belakang syiah adalah syiah muncul ketika terjadinya perang Shiffin seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Hamzah, Abu Hatim, Ibnu Hazam dan Ahmad Amin serta Ihsan Ilahi Zhahir.

Namun, sejarah syiah ini pada dasarnya memang tak bisa dilepaskan dari senioritas yang dianut oleh masyarakat Arab kala itu, dimana setelah Rasulullah wafat, ada beberapa sahabat Nabi yang ingin kepemimpinan umat Islam diwariskan pada keturunan Nabi, yaitu Ali bin Abi Thalib. Keyakinan untuk memilih pemimpin umat Islam dari keturunan Nabi dipegang oleh orang-orang Arab Selatan yang menjunjung tinggi kesucian dari garis keturunan dan hak-hak ilahiah.

kemudian Ali tak terpilih menjadi pemimpin kaum muslimin untuk menggantikan Rasulullah, namun yang terpilih adalah Abu Bakar. Ketika Abu Bakar telah terpilih, Ali dan pendukungnya tidak diam saja untuk menyatakan bai’at kepada Abu Bakar. Baru setelah didesak oleh Umar bin Khattab, Ali bersedia berbai’at.

Baca Juga : Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia, Sumber dan Fungsinya

Latar belakang syiah ini mencapai titik ketika Ali tidak mendapatkan hak sebagai pengganti Rasulullah yang kemdian dibentuklah tim inti yang terdiri dari Abu Dzarr, Jundab Al-Ghiffari, Ammar, Yasir, Al-Miqdad dan Salman al-Farisi. Setelah Umar bin Khattab wafat setelah menggantikan Abu Bakar, Ali kembali tidak dipilih sebagai khalifah namun dipilihlah Usman bin Affan menjadi khalifah.

Hal ini karena Ali tidak bersedia untuk mengitu peraturan yang telah ditetapkan oleh kedua khalifah sebelumnya, sedangkan Usman bersedia untuk memenuhinya. Sejarah syiah kemudian mejadi sejarah yang cukup berdarah dan melukai umat muslim, karena para pendukung Ali mendapatkan hasutan dari Abdullah bin Saba’ yang menyebabkan para pendukung Ali dan oposisi Usman membunuh Usman bin Affan pada 18 Zulhijah 35 Hijriah.

Akibat pemberontakan tersebut, Ali kemudian ditunjuk sebagai khalifah untunk menggantikan Usman, yang menjadi latar belakang syiah lahir. Sejarah syiah terus berlanjut dan syiah berani muncul kembali setelah Ali berhasil menjadi khalifah. Namun, tetap saja keberadaan Ali menjadi khalifah mendapat pertentangan.

Loading...

Tinggalkan Balasan