Sejarah Pemberontakan PKI Madiun Di Indonesia

Diposting pada

Pemberontakan PKI Madiun ini bermula dari adanya perpecahan yang terjadi di beberapa tempat. Salah satunya yaitu dengan diubahnya Snevliet Dkk menjadi Pantai Komunis Indonesia di Semarang yang secara resmi diganti sejak bulan Mei 1914. Tepatnya di tanggal 10 November tahun 1926, pemberontakan kemudian dilakukan atas pemerintah Belanda yang pada saat itu masih menduduki Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, pemberontakan PKI Madiun ini disusul di tanggal 18 September tahun 1948 dengan melakukan pemberontakan Republik Indonesia khususnya di wilayah Madiun. Tujuan dari pemberontakan ini lagi-lagi disebabkan karena adanya keinginan untuk mengubah dasar negara pancasila menjadi dasar negara komunis.

 

Pemberontakan PKI Madiun akhirnya berhasil diredamkan dengan aksi penembakan pada salah satu pimpinan pemberontakan sedangkan dua pemimpin pemberontakan lainnya melarikan diri ke Rusia. Pemberontakan yang terjadi di Madiun ini berhasil merenggut banyak sekali nyawa khususnya beberapa tokoh agama. Sejak adanya peristiwa Madiun dan peristiwa pergerakan yang terjadi di tanggal 30 September 1965 ini menjadi salah satu bukti kuat betapa bahayanya partai komunis yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu saja, dalam sejarah dikatakan bahwa pemberontakan yang terjadi di Madiun tersebut terjadi karena pemberontakan yang dilakukan oleh partai-partai kiri yang kemudian bergabung dalam satu wadah bernama FDR atau sering disebut dengan Front Demokrasi Rakyat.

Baca Juga : Pengertian Sistem Operasi dan Contohnya

Selain peristiwa yang sudah disebutkan di atas, pemberontakan PKI Madiun ini juga didasari oleh runtuhnya masa pemerintahan kabinet dari Amir yang kemudian mengakibatkan adanya kegagalan dalam perundingan Renville yang tentu saja memberikan kerugian besar di pihak bangsa Indonesia. Maka dari itu, untuk merebut kembali posisi dan kedudukan kabinetnya, akhirnya Amir menjadi salah satu pemrakarsa dibentuknya FDR yang akhirnya menyebabkan tercetusnya berbagai pemberontakan. Selain PK, ternyata ada banyak sekali dalang yang ikut menyukseskan pemberontakan tersebut.

Pemberontakan PKI Madiun di Indonesia menjadi salah satu bukti keganasan dan kebiadaban PKI yang sudah tercatat dalam sejarah perjuangan Indonesia dalam perlawanan terhadap bangsa lain dan perlawanan melawan bangsanya sendiri. PKI tidak segan-segan membunuh para lawan PKI, menculik, dan membunuh dengan cara-cara yang sangat keji dan menyakitkan. Selain penembakan dan pembunuhan, tindakan fasisme juga dilakukan khususnya di wilayah Madiun sehingga secara resmi daerah tersebut tidak lagi dalam keadaan yang aman bahkan ketakutan dirasakan dimana-mana.

Baca Juga : Sejarah Mengenai Ancaman Disintegrasi Bangsa Yang Ada Di Indonesia

Sejarah pemberontakan PKI Madiun kemudian tercatat dalam aksi pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang berpakaian warok Ponorogo yang menembak secara membabi buta semua pihak yang dianggap menghalangi PKI untuk mengubah dasar negara dari pancasila menjadi komunis marxisme. Tidak hanya itu saja, bendera merah putih yang dikibarkan di beberapa tempat diturunkan, dirobek dan diinjak-injak dan kemudian diganti dengan bendera palu dan arit yang menjadi simbol dari komunis. Banyak mayat-mayat yang tergeletak di berbagai tempat sebagai salah satu bukti adanya perjuangan melawan PKI Madiun. Gejolak sejarah bangsa PKI Madiun ini ternyata tidak hanya melibatkan warga yang tidak tahu menahu dengan permasalahan yang ada namun tetap ditumpas habis-habisan, hingga akhirnya aparat negara seperti polisi, TNI, dan pemerintahan sipil juga diserang oleh para komunis sehingga pertarungan hebat terjadi sebagai salah satu cara untuk mempertahankan negara Republik Indonesia yang berulang kali terancam. Sekali lagi, keberadaan komunis menjadi salah satu ancaman yang terbesar bagi adanya keamanan dan ketentraman pasca kemerdekaan negara Republik Indonesia

Loading...

Tinggalkan Balasan