Sejarah Monas, Ikon Ibukota Jakarta

Sejarah Monas, Ikon Ibukota Jakarta

Posted on

Monumen semegah Tugu Monas tentu tak didirikan begitu saja tanpa tujuan. Fungsi serta tujuan besar dari pembangunan Monas tak lepas dari keinginan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno dalam mengembalikan kehormatan RI serta menunjukkan wibawa di mata rakyat sendiri. Karena itulah, bangunan ini akan berada di depan Istana Merdeka. Gagasan ini sendiri lahir pada awal kemerdekaan Indonesia saat banyak konflik terjadi, baik di dalam maupun luar negeri. Sejarah Monas dimulai pada tahun 1949 saat keadaan nasional sudah mulai membaik. Pada masa tersebut, Belanda masih bernafsu menguasai Indonesia kembali. Namun karena sudah mendapat pengakuan sebagai bangsa yang merdeka, kedaulatan Indonesia juga diakui utuh di mata dunia.

Sejarah Monas

Sejarah Monas, Ikon Ibukota Jakarta

Baca juga : Sejarah ASEAN dan Tujuan Berdirinya ASEAN

Sejarah singkat Monas berawal dari kenginan Ir. Soekarno dalam mendirikan bangunan besar serta megah yang menggambarkan semangat bangsa Indonesia. Monumen tersebut haruslah semegah Menara Eiffel atau tugu-tugu lain di ibukota negara kuat saat itu. Agar mendapat rancangan dengan nilai seni serta filosofis tinggi, negara mengadakan sayembara terbuka yang kala itu diikuti 51 peserta. Panitia nasional akan melakukan seleksi ketat pada tiap karya yang masuk. Dalam sejarah Monas, karya bangunan yang terpilih adalah rancangan Frederich Silaban. Karya ini dianggap memiliki dua keunggulan yang sesuai permintaan panitia, yaitu bisa bertahan kokoh di hitungan abad serta mewakili karakter bangsa Indonesia.

Sejarah berdirinya Monas berlanjut pada gelaran sayembara kedua pada 1960. Peserta meningkat menjadi 136 orang namun tak ada satupun karya yang dianggap pantas. Karena dianggap sudah berlarut-larut tanpa hasil, Presiden meminta pada Frederich Silaban untuk membuat rancangan baru yang konsepnya lingga dan yoni, mengingat konsep rancangan Frederich kala itu terlalu besar. Frederich mengajak arsitek R.M Soedarsono sebagai partner kerja. Pembangunan tugu Monas sendiri terdiri dari beberapa tahapan. Konsep lingga-yoni yang digunakan memiliki filosofi yang hampir sama seperti yin dan yang di China, di mana keduanya saling melengkapi, terikat dan ketergantungan.

Tahap Pembangunan Monas

Berikut adalah sejarah Monas dan pembangunannya yang dibagi ke dalam dua tahap, mulai dari tahap pertama sampai tahap terakhir hingga menjadi Monumen Nasional yang sekarang kita kenal:

Tahap I (1961 – 1965)

Tahap I diawali dengan peletakkan beton pertama yang diletakkan Presiden sebagai pondasi bangunan. Lahan yang digunakan adalah seluas 80 ha dan peletakkan ini dilakukan tepat pada 17 Agustus 1961. Penyelesaian bangunan dilakukan secara bertahap serta menggunakan teknik pembuatan Monas yang khusus, mulai dari pondasi tugu, dinding tugu di bagian dasar hingga obelisk atau bangunan menjulang selesai dibangun.

Tahap II (1969 – 1976)

Sejarah Monas sempat terganggu akibat peristiwa G30S/PKI 1965, sehingga pembangunan tahap kedua ini sempat tertunda. Pembangunan baru dilanjutkan pada 1969 hingga 1976. Pada tahap kedua ini, terjadi masalah air yang menggenang pada beberapa titik museum. Walau demikian, pada periode kedua ini pembangunan tugu Monas telah dapat diselesaikan. Ditambahkan pula diorama pada musem sejarah nasional.

Baca juga : Sejarah Candi Prambanan

Peresmian Tugu Monas

Tugu Monumen Nasional secara resmi dibuka pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Tepat pada tanggal 12 Juli 1975, tugu Monas diresmikan pleh penguasa Orde Baru tersebut. Hingga saat ini, Tugu Monas telah menjadi ikon dari ibukota Jakarta serta negara Indonesia sendiri. Sejarahnya hingga berat emas Monas menjadi hal yang menarik untuk diperbicangkan karena menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan serta mempertahankan kedaulatannya.

 

Leave a Reply