Sejarah Mengenai Ancaman Disintegrasi Bangsa Yang Ada Di Indonesia

Diposting pada

Ancaman disintegrasi bangsa menjadi salah satu momok yang paling menakutkan setelah selesainya perjuangan melawan penjajah dari bangsa lain. Seperti yang pernah di sampaikan oleh presiden pertama Indonesia, bahwa melawan bangsa sendiri akan jauh lebih sulit daripada melawan bangsa lain yang sudah tentu sangat berbeda dari diri kira. Perpecahan di berbagai wilayah menjadikan salah satu pertanda bahwa ancaman disintegrasi bangsa saat ini sama-sama memberikan dampak berbahaya jika dibandingkan dengan masa penjajahan. Salah satu penyebab munculnya perpecahan di tahun 1948 yaitu munculnya Partai Komunis Indonesia atau PKI yang kemudian memecah belah tubuh Sarekat Islam yang pada saat itu dipengaruhi oleh paham internasionalisme sosialis. Pemberontakan kemudian terjadi dimana-mana sehingga tidak sedikit pahlawan yang gugur dalam pemberontakan tersebut.

Sejarah Mengenai Ancaman Disintegrasi Bangsa Yang Ada Di Indonesia

Baca Juga : Pengertian Sistem Operasi dan Contohnya

Tidak sampai disitu saja, berbagai jenis ancaman disintegrasi bangsa menyusul satu demi satu di beberapa tempat seperti di Madiun, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Angkatan Perang bernama Ratu Adil atau sering disingkat dengan sebutan APRA. Di Jawa Tengah, terjadinya agresi militer yang dilakukan oleh bangsa Belanda menimbulkan perlawanan kembali. Sedangkan di Jawa Barat, peristiwa mencengangkan terjadi ketika tidak disetujuinya isi salah satu perjanjian yaitu perjanjian Renvile. Ancaman disintegrasi bangsa dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan ini kemudian terjadi ketika TNI melakukan hijrah ke Yogyakarta yang kemudian menolak adanya negara Republik Indonesia dan menyetujui adanya negara islam dengan sebutan Darul Islam atau (DI).

Di Aceh, ancaman disintegrasi bangsa ini terjadi karena status dari daerah Aceh yang awalnya adalah daerah istimewa kemudian menjadi wilayah keresidenan yang berada di bawah pemerintahan wilayah Sumatera Utara. Hal ini tentu saja memunculkan pro dan kotra sehingga pemberontakan tidak bisa dihindari lagi. Hingga pada akhirnya, pemberontakan ini diberhentikan dengan adanya jalan musyawarah dengan asas rukun yang dilakukan oleh MKRA atau sering disebut sebagai Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh.

Berpindah ke daerah Kalimantan Selatan, bentuk bentuk ancaman disintegrasi bangsa indonesia di wilayah ini kekacauan sengaja dilakukan dengan memperjuangkan hak-hak dan memperjuangkan kelompok rakyat yang pada saat itu tertindas dengan menyerang pos kesatuan yang pada saat itu melakukan beberapa tindakan pengacauan. Ancaman disintegrasi bangsa tahun 1948 sampai 1965 diakhiri dengan adanya pergerakan yang terjadi tepatnya di tanggal 30 September yang sering dikenal dengan sebutan G 30 S PKI. Partai Komunis Indonesia melakukan pemberontakan tepatnya di pukul dua dini hari dengan menculik 7 perwira tinggi dan membunuhnya. Tekad tersebut dilakukan dengan keinginan mengganti dasar negara Republik Indonesia dari pancasila menjadi komunis-marxis.

Baca Juga : Fungsi Perangkat Lunak dan Jenisnya

Setelah melakukan penculikan tersebut, mereka merebut kedudukan RRI dan mengatakan bahwa mereka sudah berhasil membunuh pihak-pihak tertentu yang berniat untuk melengserkan pemerintahan Soekarno yang pada saat itu mengizinkan adanya tiga ideologi yang ada di Indonesia yaitu ideologi nasionalisme, ideologi islam dan ideologi komunis. Operasi penumpasan akhirnya dilakukan dengan membunuh lebih dari ratusan ribu orang atau dengan mengasingkannya di pulau asing. Tidak hanya itu saja, berbagai elemen masyarakat juga ikut berdemo untuk bisa menyampaika keinginan dimusnahkannya partai komunis Indonesia dan menjadikannya sebagai partai terlarang. Sudah jelas bahwa ancaman disintegrasi bangsa ini hanya akan mengancurkan tubuh Indonesia yang sudah sekian lama dipertahankan. Maka dari itu, sangat penting sekali kesadaran untuk bersatu sehingga tidak akan ada lagi disintegrasi yang hanya akan merugikan banyak pihak.

Loading...

Tinggalkan Balasan