Sejarah Integrasi Timor Timur ke Indonesia Hingga Merdeka Menjadi Timor Leste

Diposting pada

Negara Timor Timur atau juga dikenal dengan nama Timor Leste memang memiliki cerita sejarah yang cukup erat dengan NKRI. Integrasi Timor Timur ke Indonesia pernah terjadi, tepatnya di tahun 1976, di mana Timor Timur menjadi provinsi termuda di Indonesia kala itu. Proses integrasi antara Timor Timur sendiri tertuang dalam proklamasi balibo, PP Nomor 19 Tahun 1976,  dan TAP MPR Nomor VI/MPR/1976, yang sekaligus menjadi bukti bergabungnya Timor Timur menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Lalu, apa ya yang membuat Timor Timur memecahkan dirinya dari NKRI?

Sejarah Integrasi Timor Timur ke Indonesia

Sejarah Integrasi Timor Timur ke Indonesia Hingga Merdeka Menjadi Timor Leste

Baca juga : Globalisasi jadi Penyebab Ancaman Integrasi Nasional Paling Berbahaya

Rakyat Timor Timur selama hampir tiga ratus tahun mengalami penderitaan karena penjajahan negara Portugal. Namun setelah munculnya Revolucao dos cravos atau revolusi anyelir pada 25 April 1974, di mana presiden Portugal digantikan oleh Antonio de Spinola, maka kehidupan politik negara Portugal hingga wilayah jajahannya pun berubah menjadi lebih demokratis. Lunturnya integrasi timor timur pada masa orde baru kala itu ditandai dengan mulai diperbolehkannya Timor Timur untuk mendirikan partai-partai politik, sehingga muncullah beberapa partai seperti Asosiasi Sosial Demokrat Timor atau ASDT (yang selanjutnya berubah menjadi partai Frente Revolucionaria de Timor Leste Independente atau Freitlin yakni kelompok revolusioner yang menuntut kemerdekaan Timor Timur), UDT, Asosiasi Integrasi Timor Indonesia atau AITI, dan masih banyak lagi.

Integrasi Timor Timur kala itu diuji ketika setiap partai politik yang ada saling bersikukuh dengan keinginan masing-masing. Seperti Freitlin yang menuntut kemerdekaan total negara Timor Timur, sementara ada pula partai UDT yang justru ingin tetap berada sebagai wilayah jajahan Portugal. Kala itu Timor Timur masih belum memiliki status yang jelas, apakah ia bisa merdeka sebagai negara sendiri, sebagai bagian dari Indonesia, atau bahkan bagian dari Portugal. Hingga pada akhirnya setelah terjadi konflik antar saudara yang memakan banyak korban jiwa di Timor Timur akibat aksi-aksi sekularisme, Gerald Ford presiden US, dan menlu US Henry Kissinger menemui presiden Soekarno untuk membentuk deklarasi Balibo dan melakukan invasi ke Timor Timur di tahun 1976 yang menjadi bukti integrasi Timor Timur ke NKRI.

Timor Timur Merdeka dan Berdiri Sendiri

Meskipun US dan Australia menyetujui keputusan Indonesia ini, sayangnya PBB justru menolaknya. Melalui perjanjian yang dibentuk oleh PBB antara Portugal dan Indonesia, di dapatkan bahwa mayoritas dari rakyat Timor Timur tidak ingin menjadi bagian dari NKRI. Ironisnya selama kurun waktu referendum hingga bulan September 1999, kelompok yang mengatasnamakan sebagai kelompok anti kemerdekaan melakukan pemberontakan hingga pembantaian besar-besaran. Infrastruktur rusak parah, hingga ribuan korban jiwa berjatuhan, yang kemudian memaksa rakyat Timor Timur untuk mengungsi ke wilayah barat.

Baca juga : Ancaman Disintegrasi? Ini Faktor Pendorong Integrasi Nasional yang Perlu Diketahui

Atas konflik yang terjadi, dibentuklah INTERFET atau International Force for East Timor pada 1999 yang didirikan untuk mengakhiri permasalahan di Timor Timur. Hingga pada akhirnya timor timur resmi melepaskan diri dari indonesia pada tanggal 20 Mei 2002, dan negara Timor Timur pun diakui secara Internasional pada kala itu. Setelah menjadi sebuah negara mandiri, Timor Timur pun melepaskan segala atributnya dari Indonesia, dari mulai penggunaan bahasa resmi yang lebih mengadopsi ke bahasa negara penjajahnya yakni Portugal, penggantian nama menjadi Timor Leste, hingga penggunaan mata uang yang mengadopsi dari dollar US. Nah, seperti itulah sejarah timor timur, dari awal tergabung ke NKRI hingga akhirnya integrasi Timor Timur terpecah dan kini sudah menjadi negara sendiri.

 

Tinggalkan Balasan