Ringkasan Penyebab Pecahnya Pemberontakan PKI Madiun 1948

Diposting pada

Pemberontakan PKI Madiun 1948 menjadi sebuah catatan sejarah konflik yang telah terjadi di Jawa Timur. Awalnya, Peristiwa Madiun yang dikenal juga sebagai Madiun Affair tidak pernah disebut sebagai pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) seperti yang telah kita pelajari pada buku-buku sejarah sekolah. Bagaimana kronologi G30S PKI yang sebenarnya?

Kronologi Pemberontakan PKI Madiun 1948

Ringkasan Penyebab Pecahnya Pemberontakan PKI Madiun 1948

Baca juga : Latar Belakang Pemberontakan RMS dan Upaya Mengatasinya

Konflik kekerasan ini terjadi pada 18 Sepetember 1948 di Madiun, Jawa Timur. Awal mula terjadinya peristiwa ini adalah adanya proklamasi Negara Soviet Republik Indonesia oleh Muso. Peristiwa ini pun semakin didukung oleh Amir Sjarifuddin sebagai Menteri Pertahanan di era itu. Dengan demikian, Muso dan Amir Sjarifuddin menjadi  tokoh-tokoh G30S PKI. Meskipun demikian, peristiwa ini tidak pernah disebut sebagai baru disebut sebagai pemberontakan PKI Madiun 1948 di era Orde Lama. Barulah pada era Orde Baru, peristiwa ini disebut sebagai Pemberontakan PKI. Dari runtutan inilah, muncul sebuah dugaan bahwa konflik ini merupakan rekayasa dari pemerintah Orde Baru.

Penyebab Pemberontakan PKI Madiun

Lalu, sebenarnya apa yang menjadi penyebab pemberontakan PKI Madiun? Dari beberapa catatan sejarah memang menunjukan bahwa adanya berbagai organisasi-organisasi yang bermunculan setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Munculnya berbagai organisasi ini juga diikuti dengan munculnya organsasi golongan kiri dan sosialis. Tepat pada tanggal 11 Agustus 1948, Muso bersama Suripno kembali datang ke Indonesia untuk menempati posisi sebagai pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal ini kemudian didukung oleh berbabagai komandan pasukan dan politisi sosialis. Lalu, munculah dugaan-dugaan awal kegiatan pemberontakan ini dengan ditandai adanya aksi saling menculik dan membunuh.

Target Pemberontakan PKI Madiun 1948

Target-target penculikan dan pembunuhannya pun beragam, yakni perwira polisi, perwira TNI, hingga pimpinan pondok pesantren di Madiun dan sekitarnya. Peristiwa penculikan dan pembunuhan yang diduga sebagai bagian dari pemberontakan PKI Madiun 1948 ini terus bergulir, hingga banyaknya jumlah korban yang berjatuhan. Dari kelompok kiri saat itu menduga bahwa para petinggi Pemerintah Republik Indonesia, termasuk Wakil Presiden Mohammad Hatta sudah dipengaruhi oleh pihak Amerika Serikat untuk menghancurkan PKI.

Pengaruh yang diberikan kepada petinggi RI di saat itu pun semakin kuat dengan adanya dukungan Presiden Amerika Serikat dengan mengeluarkan gagasan Theory Domino. Dalam gagasan tersebut menyebutkan bahwa, satu Negara saja yang jatuh ke tangan komunis akan membuat Negara-negara di sekitarnya dikuasai pula dengan komunis selayaknya permainan kartu domino. Dari konsep inilah beberapa tokok-tokoh di Indonesia sangat gigih untuk membumi hanguskan kelompok-kelompok PKI.

Baca juga : Sedikit Cerita G30S PKI Lengkap sebagai Bagian dari Sejarah Indonesia

Kegiatan pemberantasan partai komunis di Indonesia pun semakin gencar, ditambah dengan adanya berbagai pertemuan rahasia yang membahas tentang Red Drive Proposal. Proposal ini merupakan misi pemberantasa kelompok merah yang disetujui oleh para petinggi. Lalu, pada tanggal 19 September 1948 dengan tegas Presiden Soekarno mengemukakan pidatonya kepada seluruh rakyat. Dalam pidato ini, Presiden Soekarno menyerukan untuk memilih Musso-Amir Syarifuddin atau Soekarno-Hatta. Dari sinilah pecahlah pemberontakan PKI Madiun 1948. Adanya berbagai pembunuhan dan kecaman-kecaman lainnya membuat peristiwa ini menjadi salah satu peristiwa kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Demikianlah singkat cerita tentang penyebab pecahnya pemberontakan yang terjadi di Madiun dan sekitarnya. Hingga saat ini masih muncul berbagai spekulasi dan dugaan-dugaan lainnya mengenai fakta-fakta Peristiwa Madiun. Ini hanyalah salah satu versi ringkasan pemberontakan PKI Madiun. Hingga kini, peristiwa kelam ini masih menjadi sebuah misteri dan tanda tanta besar bagi masyarakat Indonesia

Loading...

Tinggalkan Balasan