Pentingnya Memahami Bentuk Integrasi Sosial

Diposting pada

Integrasi sosial adalah penyatuan dua unsur sosial atau lebih agar menjadi satu kesatuan utuh dan serasi dalam kehidupan sosial yang dapat diterima dengan baik. Integrasi sosial merujuk pada proses yang biasa terjadi pada kaum minoritas yang beradaptasi dengan struktur sosial masyarakat di tempat tinggalnya yang baru. Jadi, dala integrasi sosial, setiap hak dan kewajiban yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan budaya seseorang hanya terbatas pada bidang tertentu saja dan tidak ada kaitannya dengan bidang pekerjaan, dan lain sebagainya.

Bentuk Integrasi Sosial Berdasarkan Hasilnya

Pentingnya Memahami Bentuk Integrasi Sosial

Baca juga : Sejarah Hello Kitty, Apakah Benar Berkaitan Dengan Iblis?

Ada dua bentuk integrasi sosial berdasarkan hasilnya, yaitu:

  • Bentuk integrasi sosial yang pertama adalah Asimilasi, yaitu suatu proses adaptasi atau pembauran dan menggabungkan informasi baru dari proses adaptasi tersebut ke dalam ide yang kita telah yakini sebelumnya. Proses ini dapat dikatakan subjektid, karena kita cenderung hanya memodifikasi pengalaman baru tersebut ke pengalaman yang telah kita miliki sebelumnya.
  • Bentuk integrasi sosial yang kedua adalah akulturasi, yaitu proses perubahan sosial, psikologis, budaya atau penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli. Akulturasi cenderung mengubah kebudayaan, adat istiadat, pelaksaan religi, pola makan, dan lain sebagainya. Contohnya, akulturasi antara Hindu dan Islam yang tampak pada seni arsitektur beberapa bangunan.

Faktor-Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Demikian tadi bentuk integrasi sosial dalam suatu masyarakat. Sebagai suatu proses sosial, integrasi sosial dapat terbentuk karena adanya faktor-faktor pendorong integrasi sosial dalam prosesnya, yaitu sebagai berikut:

  1. Sikap saling menghargai

Masing-masing pihak mau menerima dan mengakui kelemahan serta kelebihan dari budayanya masing-masing.

  1. Toleransi

Sikap toleransi menghindarkan dari terjadinya diskriminasi, sekalipun di dalamnya banyak terdapat kelompok-kelompok yang berbeda.

  1. Perkawinan campuran

Perkawinan antara dua pendukung kebudayaan berbeda bisa menjadi pendorong integrasi sosial. Sebab, perkawinan campuran menjadikan dua keluarga dengan kebudayaan berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh.

  1. Persamaan dalam unsur kebudayaan

Pengetahuan akan persamaan unsur-unsur budaya yang berlainan akan mendekatkan masyarakat pendukung kebudayaan yang satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu dapat menghilangkan prasangka yang mungkin terjadi di antara kelompok-kelompok yang berbeda tersebut.

  1. Sikap terbuka

Sikap terbuka dapat diwujudkan dengan memberikan kesempatan yang sama dari golongan mayoritas kepada golongan minoritas. Misalnya, kesempatan dalam pendidikan, fasilitas umum, partisipasi politik, dan lain sebagainya.

  1. Adanya musuh bersama dari luar

Dalam hal ini, tentu seseorang dalam berbagai golongan yang berbeda akan melepaskan atribut perbedaannya bersama-sama dalam menghadapi musuh bersama dari luar.

Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Sedangkan, ada pula faktor penghambat integrasi sosial suatu gejala sosial yang bisa dikategorikan sebagai proses sosial yang disosiatif, yaitu sebagai berikut:

  1. Fanatisme yang berlebihan terhadap suatu ras, etnis, budaya, daerah, atau agama
  2. Konflik akibat tidak tuntasnya permasalahan tertentu
  3. Rendahnya rasa saling menghormati dalam kehidupan bermasyarkat
  4. Persaingan yang tidak sehat
  5. Pembedaan yang dilakukan oleh pemimpin kepada warganya, baik secara individu maupun kelompok
  6. Tindakan anggota kelompok yang mengganggu keteraturan dan keseimbangan kehidupan bermasyarakat
  7. TImbulnya prasangka buruk yang dilatarbelakangi oleh kecemburuan sosial

Baca juga : Memahami Arti Kata Integrasi dan Jenis-jenisnya

Suatu integrasi sosial baru akan terbentuk jika memenuhi beberapa syarat. Ada dua syarat terjadinya integrasi sosial, yang pertama adalah menyatukan perbedaan. Di mana dalam proses menu integrasi harus diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk menyatukan segala perbedaan. Kedua, yaitu penacapaian konsesus mengenai nilai dan norma sebagai unsur pokok dalam kehidupan bermasyarakat

Loading...

Tinggalkan Balasan