Pengertian Integrasi Sosial dan Hal-hal yang Mempengaruhinya

Diposting pada

Pengertian integrasi sosial berasal dari bahasa Inggris. Kata integration dalam bahasa inggris memiliki arti kesempurnaan atau keseluruhan dalam bahasa Indonesia. Dalam perkembangannya, integrasi sosial berarti kesesuaian unsur-unsur sosial yang ada dalam masyarakat. Unsur-unsur ini berbeda satu sama lain, namun mereka saling menyesuaikan diri demi kedamaian diantara masyarakat. Unsur-unsur sosial tersebut diantaranya nilai dan norma, pranata sosial, sitem religi, lembaga-lembaga sosial dan lain-lain yang merupakan faktor-faktor pendukung integrasi nasional. Perbedaan-perbedaan yang ada didalam unsur-unsur tersebut kemudian disesuaikan dan diserasikan satu sama lain. Proses penyesuaian ini pada akhirnya akan menghasilkan sebuah pola kehidupan yang berfungsi bagi masyarakat.

Pengertian Integrasi Sosial menurut Ahli Sosiologi

Pengertian Integrasi Sosial dan Hal-hal yang Mempengaruhinya

Baca juga : Cerita Nyata Di Balik Korban G 30 S PKI yang Perlu Anda Pahami

Para ahli sosiologi pun mengakui definisi tersebut. Berikut ini beberapa pengertian integrasi sosial menurut ahli:

Pengertian integrasi menurut Baton dan Gilin

Baton percaya bahwa integrasi sosial adalah pola hubungan sosial dalam masyarakat. Dimana hubungan yang terbangun di sini terbentuk diatas pengertian bahwa adanya perbedaan ras, dan lain-lain. Sementara Gilin meyakini bahwa faktor pembentuk integrasi sosial adalah faktor fisik, emosional, budaya dan perilaku. Berdasarkan pengertian ini, pada umumnya integrasi sosial dibagi menjadi 2 bentuk: instrumental dan ideologis. Berikut ini adalah maksud dari dua bentuk integrasi tersebut.

  1. Pengertian integrasi sosial bentuk instrumentalis

Ini merupakan suatu bentuk penyatuan (integrasi) dalam masyarakat yang tampak secara visual. Syarat terjadinya integrasi sosial bentuk ini adalah terlihatnya keseragaman yang dimunculkan melalui pakaian masyarakat. Selain keseragaman pakaian, aktivitas masyarakat yang dilakukan dalam kesehariannya pun memiliki kesamaan.

  1. Integrasi sosial ideologis

Sedangkan bentuk integrasi sosial ideologis mengacu pada penyesuaian yang tidak tampak secara visual (tidak terlihat). Jadi, integrasi secara ideologis ini terjadi akibat adanya kesamaan ide, persepsi dan tujuan yang menyatukan suatu kesatuan sosial dalam masyarakat. Apa saja yang mempengaruhi integritas ideologis? Beberapa diantaranya adalah adanya kesamaan dalam orientasi kerja, persamaan persepsi dan prinsip-prinsip ideologis yang dibenarkan dan dianut didalam masyarakat tersebut.

Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Sementara itu, kedua bentuk integrasi sosial tersebut tidak akan terbentuk jika tidak ada faktor pendorong integrasi sosial berikut ini:

  • Faktor internal

Faktor internal pembentuk integrasi nasional berasal dari dalam diri sendiri.Sebagai mahluk sosial, sudah sewajarnya kita memiliki rasa kesatuan dan kebersamaan yang muncul dari jiwa dan terwujud seperti salah satunya adalah semangat gotong royong.

  • Faktor eksternal

Dari Pengertian integrasi sosial dan bentuk-bentuknya, faktor ini berasal dari luar diri manusia.Sebagai mahluk sosial yang berada dalam sebuah lingkungan, perkembangan zaman, adanya kesamaan dalam budaya, visi, misi dan tujuan hidup merupakan faktor-faktor eksternal yang mendukung integrasi sosial.

  • Homogenitas

Kesamaan kelompok sosial dalam masyarakat akan memudahkan terjadinya proses integrasi sosial, ketimbang masyarakat yang terbentuk dari kelompok-kelompok sosial yang berbeda, justru integrasi sosial akan sulit terwujud.

  • Efektivitas dalam proses komunikasi

Komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan integrasi sosial. Jika proses komunikasi terjadi dengan lancer, maka integrasi sosial dapat dengan mudah terjadi.

Baca juga : Cerita Kejamnya Lubang Buaya G30S PKI

Itulah Pengertian integrasi sosial secara umum maupun menurut para ahli. Telah dijelaskan pula faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi integrasi sosial. Yang jelas, integrasi sosial akan berhasil jika pada setiap individu didalam masyarakatnya sudah bisa mengendalikan perbedaan yang ada dan menyadari bahwa perbedaan tersebut merupakan kekuatan bagi masyarakat, bukanlah kelemahan. Jika setiap individunya sudah bisa memenuhi syarat ini, maka kebutuhan satu sama lain dapat terpenuhi dan integrasi sosial dapat berjalan dengan lancar dan baik.

Loading...

Tinggalkan Balasan