Membaca Sejarah Latar Belakang Pemberontakan APRA

Diposting pada

Membaca sejarah bangsa Indonesia berarti membaca berbagai pemberontakan yang pernah terjadi.Mulai dari pemberontakan Andi Azis, pemberontakan PKI di Madiun hingga pemberontakan APRA. Pemberontakan tak harus diperankan oleh partai politik, tetapi juga dilakukan oleh anggota TNI yang pada waktu itu belum memiliki pemahaman yang sama seperti saat ini. Hal inilah yang menjadikan mempelajari latar belakang pemberontakan APRA penting untuk dilakukan, sehingga wawasan sejarah awal mula berdirinya bangsa ini semakin luas.

Membaca Sejarah Latar Belakang Pemberontakan APRA

Baca juga : Muso Dan Tujuan Pemberontakan PKI Di Madiun

Pemberontakan banyak terjadi di masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Belum sepahamnya berbagai golongan dan kelompok atas ideologi yang diusung bangsa ini menjadikan berbagai gologan yang memiliki kepentingan berusaha keras untuk memperjuangkan ideologi yang dimilikinya. Salah satu pemberontakan yang terjadi di awal kemerdekaan adalah pemberontakan APRA. Pemberontakan APRA adalah pemberontakan yang dilakukan oleh Angkatan Perang Ratu Adil. Latar belakang pemberontakan ini adalah pemberontakan yang meletus di Bandung pada tanggal 23 Januari 1950. Faktor yang mendorong pemberontakan APRA di Bandung ada beberapa hal, antara lain :

  • Adanya pertentangan antara dua friksi dalam tubuh Angkatan Perang Indonesia Serikat. Friksi ini terdiri dari tentara yang mendukung negara federal yang terdiri dari tentara bekas KNIL dan tentara yang mendukung unitaris yang kelak disebut TNI.
  • Konflik ini kemudian berlanjut dengan dibentuknya tentara bekas KNIL menjadi Angkatan Perang Ratu Adil sebagai tentara bagi negara Pasundan.
  • Negara Pasundan adalah negara bagian yang tetap diinginkan keberadaannya oleh kubu federalis dari KNIL.

Landasan terjadinya pemberontakan APRA ini karena sikap dari tentara bekas KNIL yang masih menginginkan adanya sistem negara bagian atau disebut dengan sistem federal di Indonesia, dimana salah satu negara bagiannya adalah negara bagian Pasundan. KNIL yang bertugas di negara bagian Pasundan ini menolak apabila negara bagian Pasundan dibubarkan dan bergabung dengan daerah-daerah lainnya yang menjadi latar belakang pemberontakan APRA. Tentara KNIL negara bagian Pasundan ini juga memberikan peringatan kepada pemerintah Republik Indonesia Serikat untuk tetap mengakui negara bagian Pasundan dan menolak pembubaran tentara KNIL.Pemerintah merespons ultimatum dari bekas tentara KNIL dengan menolak segala upaya pembubaran negara bagian Pasundan. Latar belakang pemberontakan APRA ini kemudian berkembang dengan penyerangan dan pendudukan Kota Bandung pada 23 Januari 1950. Pemberontakan yang dipimpin oleh Raymond Westerling ini berhasil membunuh ratusan prajurit Siliwangi. Awal terjadinya pemberontakan APRA ini semakin parah ketika tentara KNIL merencanakan menyerang Jakarta dengan meminta bantuan Sultan Hamid II untuk menculik dan membunuh menteri RIS yang sedang melakukan persidangan. Namun, upaya untuk menyerang Jakarta dapat digagalkan oleh APRIS dengan cara mengirimkan ratusan pasukan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebab muasal pemberontakan APRA yang terjadi dari keserakahan Westerling dan pasukannya akhirnya dapat diredam setelah Hatta sebagai Perdana Menteri RIS melakukan perundingan dengan Komisaris Tinggi Belanda.

Baca juga : Mewaspadai Ancaman Terhadap Integrasi Nasional

Pada awal masa kemerdekaan Indonesia, belum semua pihak Belanda dengan rela melepaskan kekuasaannya di Indonesia. Masih ada keinginan beberapa pihak terutama dari pihak Belanda untuk tetap menguasai Indonesia. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pihak pemerintah Indonesia karena dikhawatirkan Belanda dapat melakukan pemberontakan dan menyulut keresahan di masyarakat yang berujung pada penjajahan kembali Indonesia atas Belanda. Namun dengan sigap, pemerintahan Indonesia yang saat itu masih berbentuk Republik Indonesia Serikat dapat bertindak tegas dan mengambil langkah yang tepat untuk mengusir Belanda dari tanah Indonesia. Dari kisah pemberontakan ini dapat diketahui bahwa latar belakang pemberontakan APRA adalah karena adanya pertentangan ideologi dan karena masih adanya keinginan dari bekas tentara Belanda untuk menguasai Indonesia.

Loading...

Tinggalkan Balasan