Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis Di Indonesia Timur

Diposting pada

Sejarah dunia tak pernah lepas dari sejarah pemberontakan. Banyak sejarah negara di berbagai belahan dunia dihiasi dengan pemberontakan warga negaranya sendiri, karena berbagai latar belakang tak terkecuali Indonesia. Salah satu pemberontakan yang hingga kini tercatat pada sejarah Indonesia adalah pemberontakan Andi Azis. Latar belakang pemberontakan Andi Azis penting untuk diketahui sebagai sejarah bangsa.

Latar Belakang Pemberontakan Andi Azis Di Indonesia Timur

Baca juga : Integrasi Sosial adalah Cara Atasi Perpecahan, Benarkah Demikian?

Indonesia adalah salah satu negara yang dalam perjalan sejarahnya tak lepas dari pemberontakan. Gerakan pemberontakan ini berasal dari orang-orang yang tak setuju dengan beberapa konsep yang ada, biasanya dari pemipin-pemimpin dan funding father. Di saat Indonesia baru merdeka, Indonesia tak begitu saja terlepas dari persoalan. Persoalan ini tak datang dari Belanda sebagai penjajah Indonesia, tapi datang dari bangsa sendiri, yaitu pemberontakan Andi Azis.

Seperti namanya atau julukan yang disematkan pada pemberontakan Andi Azis, penyebab perlawanan Andi Azis ini diinisiasi Andi Azis. Andi Azis lahir pada 19 September 1924 di Simpangbinal, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Nama panjangnya adalah Andi Abdoel Azis. Di masa sebelum kemerdekaan, Andi Azis termasuk sebagai orang Indonesia yang beruntung karena berhasil mengenyam pendidikan di Belanda setelah dibawa oleh salag satu pensiunan Asisten Residen Belanda di Indonesia pada tahun 1930. Di tahun 1935, Andi sekolah di Leger School dan lulus pada 1938.

Latar belakang pemberontakan Andi Azis tidak dapat dilepaskan dari kariernya di militer. Setelah sempat beberapa kali menjadi prajurit tentara negara lain dan sempat iikut dalam PD II di Eropa, Andi Azis akhirnya menjadi prajurit TNI. Di TNI, Andi Azis menjabat sebagai kapten dan memimpin sebuah kompi. Sejarah pemberontakan Andi Azis dimulai ketika terjadi kekacauan di Makassar, Sulawesi Selatan. Ketika itu, Sulawesi masih menjadi bagian dari Negara Indonesia Timur (NIT).Banyak orang yang menginginkan NIT untuk bergabung dengan RI. Faktor pemberontakan Andi Azis adalah masih adanya keinginan beberapa golongan untuk terbentuknya negara Federal termasuk Andi Azis, yang tidak sesuai dengan negara konstitusi RI. Hal lain yang menyulut pemberontakan Andi Azis adalah kedatangan TNI ke Sulawesi Selatan untuk meredam konflik yang ada. Andi Azis merasa bertanggung jawab untuk mempertahankan berdirnya Negara Indonesia Timur, yang menjadi penyebab pemberontakan Andi Azis di Silawesi Selatan.

Latar belakang pemberontakan Andi Azis ini kemudian berdampak luas bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan pemerintahan saat itu. Andi Azis diberikan watu 4×24 jam untuk menyerahkan diri ke Jakarta. Setelah Andi Azis menyerahkan diri atas saran dari Sukawati yang merupakan Presiden Negara Indonesia Timur (NIT). Sementara itu, keadaan kota Makassar menjadi mencekam karena adanya bentrokan antara tentara bekas KNIL dengan TNI. Pemberontakan ini kemudian segara dapat diredam setelah tercapainya kesepakatan antara KNIL dengan TNI, yaitu KNIL harus segara meninggalkan Makassar. Latar belakang pemberontakan Andi Azis ini terjadi karena belum sepahamnya konsep negara Indonesia yang pada saat itu baru merdeka serta karena adanya campur tangan tentara KNIL, dimana KNIL adalah tentara bekas penjajahan Belanda. Belanda belum sepenuhnya siap untuk melepaskan taringnya dari Indonesia, dengan menciptakan konflik di masyarakat. Kecekatan dalam pengambilan keputusan untuk segera memulangkan eks tentara KNIL merupakan solusi yang tepat, karena Indonesia tidak bisa terus menerus dicampuri oleh bekas penjajah.

Baca juga : Sejarah Integrasi Timor Timur ke Indonesia Hingga Merdeka Menjadi Timor Leste

Andi Azis meninggal pada tahun 1984 pada usia 61 tahun. Andi Azis dimakamkan di makam keluarga Andi Djuanna Daeng Maliungan di Sulawesi Selatan. Pemberontakan ini menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia bahwa dalam sejarah untuk menyatukan seluruh pulau di Indonesia bukanlah menjadi hal yang mudah, terbukti dari adanya pemberontakan-pemberontakan yang terjadi di berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan