Integrasi Sosial adalah Cara Atasi Perpecahan, Benarkah Demikian?

Integrasi Sosial adalah Cara Atasi Perpecahan, Benarkah Demikian?

Posted on

Setiap orang tentu mendambakan kehidupan yang aman tentram, saling bersatu dan tidak ada perpecahan. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan sebuah integrasi sosial. Lalu, apa itu Integrasi sosial? Integrasi sosial adalah sebuah proses dalam kehidupan sosial yang menjadi sebuah upaya untuk menyatukan dua atau lebih unsur-unsur agar tercipta rasa kesatuan. Dalam konteks nasional, integrasi ini berkaitan dengan proses penyatuan beragam kelompok sosial yang memiliki visi misi berbeda sehingga kemudian dipersatukan untuk mencapai kehidupan bernegara yang harmonis.

Proses Integrasi Sosial

Integrasi Sosial adalah Cara Atasi Perpecahan, Benarkah Demikian?

Baca juga : Sejarah Integrasi Timor Timur ke Indonesia Hingga Merdeka Menjadi Timor Leste

Sebuah kelompok yang menjalani bentuk bentuk integrasi sosial, telah melalui beberapa fase. Fase integrasi sosial adalah tahapan-tahapan yang dilalui untuk bisa mencapai tujuan persatuan. Beberapa fase tersebut di antaranya adalah:

  1. Tahap akomodasi. Tahap awal ini merupakan langkah awal upaya perbaikan hubungan antara pihak-pihak yang awalnya terpisah, entah itu karena adanya perbedaan wilayah, sengketa, atau konflik. Pada fase akomodasi ini, setiap pihak yang bermasalah harus memberikan perhatian khusus terhadap upaya pemulihan hubungan baik. Karena jika salah satu pihak saja yang tidak peduli, maka tentu menjadi salah satu faktor penghambat integrasi sosial.
  2. Tahap kerja sama. Fase ini merupakan fase di mana setiap anggota pada masing-masing pihak melakukan upaya bersama untuk mencapai tujuan.
  3. Tahap kordinasi. Setelah kerja sama terbentuk, maka diperlukan adanya tahap kordinasi yang tepat dan jelas. Hal ini penting agar kelompok tetap terjaga stabilitasnya dan tidak berujung pada konflik.
  4. Tahap asimilasi. Tahap terakhir untuk mencapai integrasi sosial adalah tahap asimilasi, di mana pada fase ini telah terjalin kerja sama dan kordinasi yang searah sehingga terciptalah homogenitas atau rasa kesatuan yang menjadi tujuan bersama.

Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Mengapa integrasi sosial sangat sulit terjadi dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia? Menjadi daerah majemuk, membuat negara Indonesia ini memiliki begitu banyak perbedaan. Dari mulai suku, bahasa, budaya, adat istiadat, hingga perbedaan pendapat yang tak jarang bisa menjadi pemicu munculnya konflik. Integrasi sosial adalah sebuah upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir rasa perbedaan tersebut, di mana teori ini memandang bahwa setiap perbedaan yang ada nyatanya bisa dipersatukan dengan menciptakan rasa toleransi. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor pendorong adanya integrasi sosial yang diungkapkan oleh Ougburn dan Nimkoff:

  1. Adanya kesadaran dari setiap anggota masyarakat akan pemenuhan kebutuhan satu sama lain untuk bersatu
  2. Tercapainya kesepakatan bersama akan acuan dan nilai dasar hidup bernegara. Selain nilai dasar, ada juga aturan, nilai, dan norma yang telah disepakati bersama untuk kemudian menjadi pedoman hidup bermasyarakat.
  3. Adanya rasa toleransi akan perbedaan pada setiap individu
  4. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan atau pun kepentingan pribadi

Baca juga : Ancaman Disintegrasi? Ini Faktor Pendorong Integrasi Nasional yang Perlu Diketahui

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai proses terjadinya integrasi sosial, hingga faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya proses integrasi itu sendiri. Intinya, integrasi sosial ini merupakan sebuah upaya yang wajib untuk dilakukan oleh setiap kelompok masyarakat yang hidup bernegara, terutama pada masyarakat yang heterogen atau majemuk yang memiliki banyak perbedaan. Perlu diingat bahwa adanya perbedaan tidak selamanya menyulut konflik dan perpecahan. Integrasi sosial adalah langkah tepat untuk mengatasi perbedaan, salah satunya adalah dengan menanamkan rasa toleransi akan setiap perbedaan, dan saling bersatu untuk mencapai kehidupan berbangsa bernegara yang harmonis.

Leave a Reply