Faktor Pendorong Integrasi Sosial dan Beberapa Pendukungnya

Diposting pada

Tujuan utama dari adanya integritas sosial adalah sebagai bentuk pengendalian agar tidak adanya penyimpangan sosial dan konflik dalam masyarakat. Sehingga integrasi sosial ini sangat penting untuk menjaga kestabilan masyarakat agar lebih sigap dan siap dalam melewati berbagai tantangan kehidupan sosial secara fisik maupun mental. Lalu, apa saja faktor pendorong integrasi sosial? Apa saja contoh faktor pendorong integrasi sosial?

Baca juga : Kisah Tragis Pembantaian PKI di Banyuwangi     

             1. Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Ada beberapa faktor pendorong integrasi sosial sehingga sistem ini menjadi sebuah pengendalian yang sesuai di kehidupan masyarakat.

Faktor Pendorong Integrasi Sosial dan Beberapa Pendukungnya

  1. Faktor pertama dalam integritas sosial adalah adanya homogenitas kelompok. Yang dimaksud dengan homogenitas kelompok adalah adanya kesamaan atau kemiripan dalam sebuah kelompok masyarakat. Dengan demikian, kesepakatan yang akan disetujui akan semakin mudah tercapai dengan adanya homogenitas.
  2. Kedua, kesuksesan integritas sosial tergantung dari jumlah kelompok masyarakat itu sendiri. Semakin besarnya sebuah kelompok, maka akan semakin besar pula perbedaannya. Begitupun sebaliknya, akan semakin kecil perbedaan dalam sebuah kelompok dalam jumlah kecil.
  3. Ketiga, faktor pendorong integrasi sosial juga dipengaruhi oleh adanya mobilitas geografis. Adanya pergerakan atau perpindahan penduduk akan menimbulkan perbedaan atau keragaman budaya, ideologi, dan juga kebiasaan. Oleh sebab itu, hal ini menjadi faktor pendukung adanya perpindahan fisik.
  4. Keempat, adanya efisiensi dan efektivitas komunikasi dalam kelompok tersebut.

Selain faktor pendorong integrasi sosial, ada pula beberapa faktor penghambat integrasi sosial. Faktor penghambat ini bisa menimbulkan beberapa konflik dan perpecahan. Untuk itu, sangat penting untuk mengetahui faktor-faktor ini agar terhindar dari adanya perpecahan.

       2. Faktor Penghambat Integrasi Sosial

  1. Petama, adanya persaingan tidak sehat memicu terjadi konflik dan menghambat intergrasi sosial dalam masyarakat.
  2. Kedua, adanya sikap fanatisme yang berlebihan karena adanya mayoritas dan minoritas, etnis, kenudayaan, ras, daerah, dan juga agama.
  3. Ketiga, sangat rendahnya sikpa toleransi dalam kehidupan masyarakat sehingga akan menimbulkan persaingan atau bahkan kebencian yang berlebih. Dari sikap inilah akan muncul konflik yang mampu menghambat adanya integritas sosial.
  4. Keempat, adanya kecemburuan sosial yang diiringi dengan beberapa prasangka buruk. Kelima, ternyata perlakukan pemimpin terhadap rakyatnya baik secara kelompok maupun individu bisa menjadi sebuah ancaman dalam integritas sosial. Adanya pembedaan perlakuan menjadi salah satu faktor utama.

      3. Macam-macam Integrasi

Dari segala faktor pendukung dan penghambat, ada beberapa  macam-macam integrasi sosial yang akan terbentuk. Macam-macam integrasi sosial ini pun terbagi menjadi dua yakni berdasarkan hasil dan berdasarkan penyebabnya.

A.  Integrasi berdasarkan hasil

  • Untuk berdasarkan hasilnya terbagi menjadi dua, yakni asimilasi dan akulturasi:
  • Asimilasi merupakan sebuah langkah penggabungan budaya, sehingga tidak adanya kebudayaan bawaan dan kebudayaan yang ditempatkan. Dari asimilasi ini terbentuklah sebuah kebudayaan yang diterima secara umum.
  • Sedangkan akulturasi adalah penggabungan dua atau beberapa kebudayaan tanpa adanya penghilangan kebudayaan asli. Berbeda dengan asimilasi yang menelurkan sebuah kebudayaan baru, akulturasi ini lebih cenderung mengkolaborsikan budaya asli dengan budaya lainnya sehingga pada awalnya akan mendapat sebuah penolakan.

B.   Integrasi berdasarkan penyebab

Baca juga : Latar Belakang Pemberontakan RMS dan Upaya Mengatasinya

Kedua, adapula integrasi sosial berdasarkan penyebabnya, seperti:

  • Pertama, integrasi normatif yang menempatkan norma-norma tertentu yang berlaku dalam sebuah masyakarat sehingga mampu menyatukan integrasi sosial.
  • Kedua, ada pula integrasi instrumental yang terlihat secara visual dengan adanya kesamaan individu dengan indvidu lain dalam sebuah lingkungan. Salah satu contoh integrasi sosial dalam masyarakat dari jenis ini adalah adanya keseragaman aktivitas sehari-hari, adanya kesamaan dalam berpakaian, dan lain sebagainya.
  • Ketiga, integrasi ideologis yang tidak terluhat namun adanya ikatan spiritual.
  • Keempat, integrasi fungsional karena adanya fungsi terentu.
  • Kelima, integrasi koersif akrena adanya pengaruh dari penguasa.

 

 

Loading...

Tinggalkan Balasan