Topik Pokok Makalah Masyarakat Ekonomi ASEAN yang Hangat Diperbincangkan

Posted on

Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN atau dikenal juga sebagai MEA adalah sebuah kebijakan pembentukan pasar tunggal bebas antara negara-negara anggota ASEAN. Keberadaan pasar bebas ini memungkinkan pengusaha dari berbagai negara tersebut menjual produknya ke negara ASEAN lain dengan jauh lebih mudah. Pada awal kemunculannya topik Makalah Masyarakat Ekonomi ASEAN ini hangat diperbincangkan karena banyak menimbulkan pro dan kontra tersendiri di kalangan masyarakat.

Topik Pokok Makalah Masyarakat Ekonomi ASEAN yang Hangat Diperbincangkan

Baca juga : 3 Contoh Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi

Makalah Masyarakat Ekonomi ASEAN banyak dibahas dan diulas oleh para mahasiswa ekonomi khususnya. Topik mengenai perdagangan bebas ASEAN ini bisa dipandangan dari beberapa sisi yang berbeda. Beberapa pokok bahasan penting terkait kebijakan MEA ini adalah :

  • Dampak Positif MEA bagi Indonesia :

  1. Meningkatnya kualitas barang, jasa dan tenaga kerja dalam negeri

Masuknya produk barang, jasa maupun tenaga luar negeri ke Indonesia tentu membuat tingkat persaingan semakin tinggi. Produsen dalam negeri harus menyesuaian dengan terus memperbaharui kualitas barang dan jasa agar tetap unggul dari barang impor. Keadaan ini bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi konsumen dalam negeri karena lebih banyak pilihan produk dengan kualitas baik.

  1. Terjadinya pemerataan ekonomi negara-negara Anggota ASEAN

Kebijakan MEA ini juga bertujuan untuk mencapai suatu pemerataan ekonomi antar negara anggota ASEAN sehingga tidak ada negara yang terlalu tertinggal dalam hal perekonomian. Perdagangan bebas MEA diharapkan dapat memajukan perekonomian Indonesia dan mengentaskan kemiskinan sehingga setara dengan negara ASEAN lainnya.

  1. Terciptanya situasi ekonomi yang terintegrasi

Perdagangan tunggal yang diterapkan MEA memungkinkan terciptanya intergasi perdagangan antara negara Asia Tenggara. Integrasi ekonomi ini dapat tercapai melalui adanya aliran bebas produk barang dan jasa antar negara anggota ASEAN.

  • Dampak Negatif MEA bagi Indonesia

  1. Kompetisi tenaga kerja akan semakin ketat

Diberlakukannya perdagangan antar negara Asia Tenggara ini tidak hanya dalam hal produk barang ataupun jasa, tetapi juga tenaga kerja. Saat ini kondisi persaingan di dalam negeri saja masih belum kondusif. Masih banyak tenaga kerja yang belum dapat terserap oleh lapangan pekerjaan yang ada.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri apabila kebijakan ini diberlakukan. Indonesia akan dengan mudah dimasuki tenaga-tenaga kerja asing baik yang legal maupun ilegal. Masuknya tenaga kerja asing dengan upah murah tentu lebih menarik untuk dipilih para pengusaha guna menekan biaya produksi.

  1. Kemungkinan menyebabkan matinya produsen-produsen lokal

Selama ini produk-produk mancanegara memang sudah banyak yang masuk ke Indonesia. Akan tetapi dengan dibukanya perdagangan bebas arus masuknya barang dan jasa dari negara lain bisa menjadi semakin tidak terkendali. Apabila produk yang masuk ke Indonesia memiliki kualitas lebih baik dengan harga lebih murah tentu bisa membuat produk lokal menjadi kalah saing. Kondisi ini apabila tidak ditanggapi dengan tepat bisa menyebabkan matinya industri barang dan jasa dalam negeri.

  1. Kemungkinan terjadinya ekspoitasi sumber daya alam dalam negeri oleh pihak asing

Baca juga : Rumus Luas Bangun Datar dan Bangun Ruang

Indonesia telah dikenal sebagai negara yang memiliki sumber daya alam berlimpah. Keadaan ini bisa dimanfaatkan oleh pihak asing untuk eksploitasi besar-besaran guna memperoleh bahan baku produksi. Ekploitasi yang dapat dilakukan pihak asing ini memiliki ancaman tersendiri bagi kelestarian ekosistem Indonesia.

Bagaikan dua sisi mata uang, kebijakan MEA ini memiliki sisi positif serta negatifnya tersendiri bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Pembahasan mengenai Makalah Masyarakat Ekonomi ASEAN memang selau menarik untuk diulas. Diperlukan kesiapan dari berbagai pihak termasuk pemerintah dalam menghadapi persaingan pasar bebas Asia Tenggara.

Leave a Reply