Sistem Ekonomi Indonesia yang Masih Digunakan Hingga Kini

Posted on

Sistem ekonomi Indonesia yang awalnya dianut adalah sistem ekonomi liberal. Pada sistem ekonomi ini, semua kegiatan ekonomi akan diserahkan pada rakyat. Namun, adanya pengaruh komunisme dari PKI membuat sistem ekonomi yang ada berubah menjadi sistem ekonomi sosialis. Kemudian pada masa Orde Baru, kembali terjadi perubahan sistem ekonomi yang dianut Indonesia menjadi sistem ekonomi demokrasi. Namun, sistem ekonomi ini bertahan hanya hingga masa Reformasi. Setelah Reformasi, sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi yang lebih berlandaskan pada ekonomi kerakyatan. Sistem ini juga masih berlaku hingga kini. Berikut adalah aneka sistem ekonomi yang pernah dianut.

Baca Juga : Pertimbangan Sebelum Memilih Judul Skripsi Pendidikan Ekonomi

            1. Sistem Ekonomi Demokrasi

Sistem perekonimian yang pernah berlaku di Indonesia pertama kali adalah sistem ekonomi demokrasi. Definisi dari sistem ekonomi ini ialah sistem perekonomian nasional yang diwujudkan berdasarkan falsafah Pancasila serta UUD 1945. Selain itu, sistem ekonomi Indonesia ini berasaskan pada kekeluargaan, kegotongroyongan serta dari, oleh serta untuk rakyat yang tetap berada di bawah pimpinan serta pengawasan pemerintah. Pemerintah serta seluruh rakyat, baik yang berasal dari kalangan pengusaha aktif ataupun golongan lemah akan bersama-sama berusaha demi mencapai kemakmuran. Negara akan turut berperan dalam membimbing, merencanakan serta mengarahkan aneka kegiatan perekonomian yang dijalankan. Terdapat kerjasama yang terjalin antara pemerintah, masyarakat serta swasta.

Berikut adalah ciri ciri sistem ekonomi Indonesia yang positif:

  1. Cabang-cabang produksi yang terbilang penting untuk negara serta menguasai hajat hidup dari orang banyak akan dikuasai negara
  2. Bumi, air serta kekayaan alam akan dikuasai negara serta digunakan demi kemakmuran rakyat
  3. Perekonomian disusun dari usaha bersama serta berdasarkan asas kekeluargaan
  4. Warga negara akan memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan yang disukai serta memiliki hak atas pekerjaan serta penghidupan layak
  5. Hak milik perorangan akan diakui dalam sistem ekonomi Indonesia demokrasi dan pemanfaatannya tak boleh bertentangan dengan hal-hal yang menjadi kepentingan masyarakat.
  6. Potensi, daya kreasi serta inisiatif warga negara akan dikembangkan seluruhnya namun tak melampaui batas-batas yang dapat merugikan.
  7. Fakir miskin serta anak terlantar akan sepenuhnya jadi tanggung jawab negara

Sistem ekonomi Indonesia demokrasi juga memiliki kekurangan tersendiri, di antaranya sebagai berikut:

  1. Terdapat sistem free fight liberalism, di mana para pelaku ekonomi dapat saling menghancurkan satu sama lain serta menumbuhkan eksploitasi pada manusia serta bangsa lain. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan pada struktur ekonomi nasional.
  2. Terdapat sistem etatisme di mana negara dan aparatur ekonomi negara akan memiliki sifat dominan dan mendesak serta mematikan potensi maupun daya kreasi dari unit-unit ekonomi yang berada di luar sektor negara.
  3. Kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi Indonesia selanjutnya adalah adanya persaingan yang tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi hanya pada satu kelompok sebagai bentuk monopoli yang bisa merugikan rakyat.

           2. Sistem Ekonomi Kerakyatan

Baca Juga : Indikator dan Cara Menghitung pertumbuhan ekonomi

Indonesia juga pernah menganut sistem ekonomi kerakyatan yang mulai berlaku sejak 1998. Pada sistem ekonomi ini, masyarakat akan turut berperan aktif dalam aneka kegiatan ekonomi, sementara pemerintah hanya sekedar menciptakan iklim yang baik bagi pertumbuhan serta perkembangan dalam dunia usaha. Ciri-ciri sistem ekonomi ini di antaranya adalah bertumpu pada pasar yang memiliki keadilan serta prinsip persaingan sehat, pertumbuhan ekonomi akan sangat diperhatikan terutama dari segi nilai keadilan, kualitas hidup serta kepentingan sosial. Selain itu, pembangunan bersama dengan wawasan lingkungan akan dapat diwujudkan

Leave a Reply