Prinsip Ekonomi Islam Modern di Indonesia

Posted on

Sudah tidak perlu ditanyakan lagi, Indonesia memang memiliki masyarakat yang 80 persennya menganut agama Islam. Bahkan Indonesia masuk menjadi Negara dengan populasi yang menganut Islam terbanyak di dunia. Dengan menerapkan sikap yang baik yang diajarkan di agama Islam, membuat masyarakt Indonesia juga dikenal baik dan ramah oleh orang mancanegara. Tidak hanya sikap dan tingkah laku yang perlu dijaga karena perintah dari agama, dalam ekonomi pun, juga Indonesia banyak menganut prinsip ekonomi Islam yang tertuang di dalam kitab suci umat Islam, yaitu Al-qur’an. Landasan prinsip ekonomi Islam memang dari Al-Qur’an, hal itu disebabkan karena di Al-Qur’an tidak mengajarkan Riba atau menguntungkan diri sendiri.

Prinsip Dasar Ekonomi Islam

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Badan Ekonomi Kreatif

Zaman dahulu, mungkin prinsip ekonomi Islam tidak terlalu dipusatkan. Karena memang pada zaman dulu Indonesia menganut perekonomian yang telah diwariskan oleh Negara jajahannya dulu yaitu Belanda dan juga Jepang. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman dan orang-orang kini tahu manfaat yang diperoleh dari perekonomian Islam, prinsip ekonomi syariah Islam kini sudah banyak tercipta. Buktinya, kini bank-bank konvensional telah membukan sistem baru berbasis syariah atau hukum Islam yang membuat nasabah berminat untuk masuk dan menikmati pelayanan di bank-bank syariah yang kini telah banyak tersebar.

Prinsip umum ekonomi Islam sebenarnya sangatlah sederhana, yaitu untuk mensejahterakan umatnya secara adil tanpa menyengsarakan orang tersebut. Sekarang memang kebutuhan ekonomi sangat banyak, sehingga orang-orang memilih menyelesaikan masalah ekonominya dengan cara yang singkat tanpa memikirkan kerugian yang nanti ia dapat. Salah satu contoh masalah ekonomi tanpa melibatkan prinsip ekonomi Islam, adalah meminjam uang ke bank konvensional atau ke kantor jasa peminjaman uang. Mengapa hal tersebut bisa merugikan diri sendiri? Karena kita nantinya akan membayar bunga dari hutang yang kita miliki sangat banyak, sehingga Anda akan merasa kesulitan dalam membayar hutang Anda tersebut. Dan kerugian yang lain adalah, Anda mengizinkan adanya praktik riba yang masuk ke kehidupan Anda.

Macam-Macam Prinsip Ekonomi Islam

Di Al-Qur’an sudah terpampang jelas, jika riba itu diharamkan. Dan uang hasil riba itu adalah uang haram alias uang haram yang tidak bisa digunakan untuk menafkahi anak dan istri serta para anggota keluarga yang lain. Dengan menerapkan prinsip ekonomi Islam, kehidupan ekonomi Anda akan lebih baik dan jauh dari dosa yang sudah Allah tuliskan di dalam Al-Qur’an. Ada macam-macam prinsip ekonomi Islam yang bermanfaat untuk Anda dan tentu saja, dosa akan Riba tidak akan mendatangi Anda, yaitu :

Baca Juga : Sistem Ekonomi Indonesia yang Masih Digunakan Hingga Kini

  1. Dengan menerapkan prinsip perekonomian secara Islam, tidak akan ada kesenjangan sosial yang biasa diterapkan pada sistem ekonomi kapitalis. Ekonomi tersebut memang dengan jelas memisah-misahkan orang melalui tingkat perekonomiannya, sedangkan Islam mengajarkan keadilan, sehingga tidak ada kesenjangan sosial antar umat manusia.
  2. Islam juga mengajarkan untuk mencatat transaksi keuangan secara jelas dan jujur, sehingga tidak ada korupsi dan tidak ada pula yang dirugikan. Maka dari itu, ada ilmu akuntansi sekarang ini agar bisa mencatat keuangan dengan baik.
  3. Hukum Islam tidak mengenal Riba dan mengharamkan Riba. Sehingga orang-orang tidak akan merasa disusahkan karena pada transaksi syariah di bank, hukum Riba telah dihilangkan.
  4. Dalam ekonomi Islam, berniaga atau berdagang harus adil dan seimbang. Janganlah berlaku curang saat berdagang. Karena hukumannya sangat berat nantinya.

 

Leave a Reply