Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2017 Alami Peningkatan

Posted on

Badan Pusat Statistik atau BPS melaporkan bawa Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia pada 2017 lalu mencapai kisaran 5.07 persen. Angka ini adalah angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang paling tinggi sejak 2014 lalu. Namun, pertumbuhan ekonomi ini juga dikatakan lebih rendah dari target yang dipasang APBN, yaitu sebesar 5.2 persen. Walau masih di bawah angka yang diharapkan, pertumbuhan ekonomi negara Indonesia masih dapat lebih tinggi lagi, karena angka 5.07 persen sudah cukup bagus. Diharapkan akan ada peningkatan pada kuartal berikutnya sehingga kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Badan Ekonomi Kreatif

Sekedar informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 adalah 5.01 persen, pada tahun 2015 adalah 4.88 persen dan pada tahun 2016 adalah 5.03 persen. Artinya, hasil pembangunan infrastruktur telah mulai bergulir. Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 silam ialah industri pengolahan sebesar 0.91 persen, konstruksi sebesar 0.67 persen, sektor perdagangan sebesar 0.59 persen serta sektor pertanian sebesar 0.49 persen. Sumber pertumbuhan dalam tiga tahun belakangan yang terbesar memang adalah industri pengolahan. Pertumbuhan industri yang bisa ditingkatkan akan bisa memberikan dampak yang besar, terutama karena industri tersebut menyerap banyak tenaga kerja serta memberikan kontribusi besar. Sementara untuk besaran PDB 2017 ialah Rp13.588 triliun dengan PDB per kapita mencapai Rp51.89 juta.

Struktur perekonomian serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terbesar terutama masih didominasi dari kelompok provinsi yang ada di Pulau Jawa.

  1. Pulau Jawa masih mendominasi kontribusi atas perekonomian di Indonesia dengan 58,49 persen.
  2. Pulau Sumatera menduduki posisi kedua yang menyumbang kontribusi atas pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 dengan 21.66 persen
  3. Pulau Kalimantan berada di posisi ketiga dalam penyumbang kontribusi akan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan persentase 8.20 persen
  4. Selanjutnya ada Pulau Sulawesi yang menyumbang 6.11 persen pertumbuhan ekonomi tanah air.
  5. Pulau-pulau lain secara total menyumbang 5.54 persen, di mana menurut data BPS, Bali serta Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 3.11 persen dan Papua sebesar 2.43 persen.

Dalam angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas, hal lain yang tak luput dari perhatian ialah pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Sulawesi. Bahkan, pertumbuhannya mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional yakni di atas 6 persen. Data BPS mencatat adanya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 7.23 persen, Sulawesi Tengah 7.14 persen, Sulawesi Utara 6.32 persen, Sulawesi Barat 6.67 persen dan Gorontalo 6.74 persen. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya Pulau Sulawesi ini tak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Bali. Penurunan pertumbuhan ekonomi di Bali terutama karena adanya dampak erupsi dari Gunung Agung. Aktivitas perekonomian di kawasan itu pun turut terganggu.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Baca Juga :  Pengertian Ilmu Ekonomi dan Sejarahnya

di tiap pulau pastinya akan berbeda. Di Sumatera, misalnya, pada 2017 lalu pertumuhan ekonominya mencapai angka 4.30 persen. Sementara di Jawa, pertumbuhan ekonomi mencapai 5.61 persen. Sementara di Kalimantan, pertumbuhan ekonomi telah menyentuh angka 4.33 persen. Pulau Sulawesi mengalami pertumbuhan ekonomi paling pesat sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, di mana rata-ratanya mencapai 6.99 persen. Bali serta Nusa Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi terendah yaitu hanya 3.73 persen dan Papua sebesar 4.89 persen. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi turut disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah terjadinya bencana alam yang bisa mengganggu kegiatan ekonomi di satu wilayah tertentu. Selain itu, masih banyak faktor lain yang turut jadi penentu tinggi rendahnya angka pertumbuhan ekonomi.

Leave a Reply