Perkembangan dan Tujuan Masyarakat Ekonomi ASEAN

Posted on

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) lahir dan dideklarasikan pada akhir tahun 2015. Tujuan dibentuknya negara-negara ASEAN terhadap China dan juga India seMasyarakat Ekonomi Asean adalah untuk membentuk sebuah pasar tunggal yang ada di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, tujuan Masyarakat Ekonomi ASEAN sebagai salah satu bentuk daya saing rta sebagai upaya strategis untuk menarik para investor asing. Lahirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN ini berawal dari Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pertama yang dilakukan di Kuala Lumpur pada tahun 1997. Dalam KTT tersebut, para pemimpin negara-negara ASEAN sepakat untuk melakukan perubahan ASEAN menjadi kawasan yang makur, stabil serta dapat bersaing dalam perkembangan dalam bidang ekonomi. Persaingan dalam dunia ekonomi yang dilakukan secara adil dapat mengurangi masalah kesenjangan dan kemiskinan berbasis sosial ekonomi. Setelah KTT pertama pada thun 1997, pada tahun 2003 KTT kembali diadakan di Bali tepatnya pada Oktober 2003. Para pemimpin ASEAN menyatakan bahwa Masyarakat Ekonomi ASEAN akan menjadi tujuan perilaku integrasi ekonomi regional di tahun 2020.

Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2017 Alami Peningkatan

Masyarakat Ekonomi Asean adalah salah satu pola ekonomi negara-negara ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade. Anggota Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah negara-negara yang berada di wilayah Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, Kamboja, Vietnam, Laos dan Myanmar.Setelah adanya kesepakatan antara para pemimpin ASEAN, pada akhir tahun 2015, MEA resmi diberlakukan di negara-negara ASEAN. Hal-hal yang disepakati dalam pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah pembangunan kawasan ASEAN yang terdiri dari 4 (empat) pilar yang terdiri dari wilayah dengan aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja; wilayah ekonomi yang kompetitif; wilayah dengan pembangunan yang merata dan menjadi wilayah yang terintegrasi secara penuh ke dalam ekonomi global.

Dengan diberlakukannya MEA merupakan pintu gerbang dibukanya pasar tenaga kerja profesional seperi pengacara, dokter dan lain sebagainya di negara-negara ASEAN. Sebagai salah satu negara yang menjadi anggota MEA yang tergabung dalam asosiasi perniagaan di ASEAN, pastinya akan mudah menyerap tenaga kerja asing yang masuk dan bekerja di Indonesia. Tentunya Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para tenaga kerja profesional yang ada di Indonesia dan harus bersaing dengan tenaga kerja profesional dari negara-negara ASEAN. Namun di satu sisi adanya MEA membantu para tenaga kerja Indonesia meningkatkan skill dan kualitas mereka sehingga mampu bersaing di dunia kerja dengan tenaga profesi lainnya.

Diawal pemberlakuan asosiasi perniagaan di ASEAN ini tentunya tidak berjalan dengan mulus. Dari mulai sebelum hingga saat MEA resmi diberlakukan, banyak bermunculan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Tidak sedikit bermunculan kajian-kajian yang menyoroti terkait tentang kesepakatan pemberlakuan MEA. Beberapa kajian yang dibahas terkait MEA di Indonesia adalah dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia, masalah yang berkaitan tentang mobilitas tenaga kerja ASEAN hingga isu yang dianggap paling menarik yaitu terkait dengan kesiapan pemerintah menyiapkan tenaga kerja profesional yang siap bersaing di MEA. Meski demikian Indonesia memiliki cara tersendiri untuk menghadapai asosiasi perniagaan di ASEAN yaitu MEA dengan cara menumbuhkan sektor UKM. Pemerintah gencar melakuka program-program yang mendorong dan memudahkan UKM untuk lebih meningkatkan skill, pengetahuan hingga modernisasi keguatan usaha.

Meski demikian, diberlakukannya MEA ini tentunya memiliki tujuan tersendiri. Tujuan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah sebagai berikut.

Tujuan Masyarakat Ekonomi Asean:

  1. Memperkuat Hubungan antar Negara-negera ASEAN

Layaknya manusia, sebuah negara juga membutuhkan partner atau tetap membutuhkan negara lainnya untuk tetap melakukan kerjasama demi kemajuan negaranya. Begitupun yang menjadi salah satu tujuan dari dibentuknya asosiasi perniagaan di ASEAN ini adalah untuk tetap menjalin kerjasama, khususnya dalam bidang ekonomi antar sesama negara ASEAN. Selain itu, MEA juga memberikan dampak sosial bagi negara-negara ASEAN.

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Badan Ekonomi Kreatif

  1. Mewujudkan Sistem Perbankan

Seperti yag diketahui bahwa MEA merupakan salah satu kunci terbukanya pasar perdagangan bebas (free market) yang memberikan banyak peluang untuk memperluas jaringan bagi lembaga-lembaga, khususnya lembaga dalam negeri untuk menunjukkan keunggulan yang mereka miliki. Salah satu lembaga yang berperan dalam hal ini adalah lembaga keuangan yang dalam hal ini adalah bank. Bank memiliki peran penting dalam menarik dan menyaring tenaga kerja lokal yang berkompeten di bidangnya.

  1. Keamanan Politik

Setiap negara memiliki ideologi dan karakter masyarakat yang berbeda. Dengan adanya MEA, maka pintu masuknya berbagai karakter dari berbagai negara ASEAN untuk masuk ke negara kita sangat terbuka lebar. Disinilah peran penting masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia untuk mempertahankan karakter bangsanya sendiri.

Leave a Reply