Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional, Kelebihan, dan Kekurangannya

Posted on

Perekonomian mengenal beberapa macam sistem. Sistem perekonomian itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu sistem atau seperangkat prosedur yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki, baik alam maupun manusia, kepada individu maupun organisasi di negara yang bersangkutan. Jadi, sistem perekomian dimiliki suatu negara untuk nantinya digunakan dalam rangka mencapai tujuan negara tersebut.

Karena tujuan suatu negara berbeda-beda, maka otomatis sistem perekonomiannya juga berbeda antara negara satu dengan yang lainnya. Dari sini terlihat, bahwa sistem ekonomi banyak sekali macamnya. Namun, terdapat satu sistem unik yang mengandalkan tradisi dalam praktiknya, yaitu sistem ekonomi tradisional.

Pengertian sistem ekonomi tradisional

Baca Juga : Cara Mendapatkan Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia dan Internasional Secara Gratis

sistem ekonomi yang dijalankan secara kebersamaan, untuk kepentingan bersama, menganut tata cara dari leluhur sebelumnya. Kegiatan ekonomi pada sistem ini dapat dikatakan masih sangat sederhana dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Dalam sistem ekonomi tradisional, segala hal yang diperlukan dalam kegiatan yang meyengkut masalah perekonomian, dipenuhi sendiri oleh masyarakatnya. Tugas pemerintah hanya sebatas memberikan perlindungan dalam bentuk penjagaan terhadap ketertiban umum dan pertahanan. Jadi segala halnya, seperti apa, bagaimana, berapa, untuk siapa, semua itu diatur oleh masyarakatnya sendiri.

Maka dari itu, biasanya sistem ekonomi tradisional dianut oleh masyarakat sederhana yang menggantungkan hidupnya pada hasil alam untuk pemenuhan kebutuhannya. Sehingga, dalam sistem ini masyarakat tidak hanya bertindak sebagai konsumen, melainkan juga sebagai produsen.

Negara Penganut Sistem Ekonomi Tradisional

Dari pengertiannya dapat disimpulkan, sistem perekonomian ini jelas hanya berlaku pada negara-negara yang belum maju. Namun, seiring berkembangnya modernitas, sistem perekonomian tradisional ini perlahan mulai ditinggalkan. Bahkan, dapat dikatakan sudah hampir tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional.

Dulu, sistem ekonomi tradisional di Indonesia pernah diterapkan. Namun, seperti yang dikatakan sebelumnya, kebiasaan ini mulai ditinggalkan seriring perubahan zaman dan mengikuti tradisi yang direapkan dunia. Hanya saja, sampai saat ini, beberapa daerah pelosok di Indonesia masih ada yang mempertahankan sistem perekonomian ini, misalnya suku badui dalam di Banten dan beberapa suku pedalaman lainnya.

Baca Juga : Sistem Ekonomi Indonesia yang Masih Digunakan Hingga Kini

Pada umumnya, daerah-daerah yang masih menggunakan sistem ini hanyalah mereka yang masih menjaga kuat tradisi atau adat istiadat leluhur. Positifnya, sistem ini mungkin akan mengurangi ketamakkan dan keegoisan. Namun, di sisi lain, jika sistem ini masih diterapkan,

Leave a Reply