Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis dan Negara yang Menganutnya

Diposting pada

Terdapat beberapa sistem perekonomian dalam bidang ilmu ekonomi, salah satunya kerap diperbincangkan dan menjadi permasalahan, yaitu sistem ekonomi kapitalis. Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan sistem perekonomian ini dan mengapa kerap menjadi permasalahan?

Sistem ekonomi kapitalis adalah salah satu sistem ekonomi yang menghendaki adanya kebebasan bagi tiap-tiap individu dalam melakukan segala kegiatan ekonomi tanpa dipengaruhi dengan adanya campur tangan dari pemerintah, apapun bentuknya. Prinsip ekonomi kapitalis yang paling jelas adalah setiap individunya mutlak mengelola aset yang ia miliki untuk mendapatkan keuntungan maksimum.

Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2017 Alami Peningkatan

Dalam sistem ini, pemerintah tidak memiliki hak untuk ikut campur di berbagai bidang, sehingga setiap individu bebas berinovasi dan mengembangkan perekonomiannya. Dasar pemikiran sistem ini dicetuskan oleh Adam Smith yang merupakan tokoh mazhab klasik. Menurut para ahli ekonomi dunia, pemikiran mazhab klasik merupakan cikal bakal dari pembentukan sistem ekonomi kapitalis. Smith berpendapat, bahwa kemakmuran suatu bangsa akan semakin mudah untuk dicapai dengan adanya kebebasan berusaha bagi setiap individunya.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

Dari penjabaran tersebut, dapat dijabarkan beberapa ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis, yaitu sebagai berikut:

  1. Alat produksi berada ditangan perorangan

Alat produksi bersifat privat, artinya para produsen mengusahakan sendiri alat produksinya yang akan digunakan dalam memproduksi barang yang mereka gunakan.

  1. Pemerintah tidak dapat mencampuri langsung kegiatan ekonomi

Campur tangan pemerintah hanya ebatas perlindungan dan pengawasan dalam hal ekonomi, namun tidak pada kegiatannya. Dapat diprediksi, bahwa pasar akan sering terjadi konflik karena pihak bawah merasa tertindas oleh kebijakan para penguasa.

  1. Kegiatan produksi hingga konsumsi didasarkan pada motif laba

Setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan, memegang teguh pada seberapa banyak laba yang dihasilkan. Dalam sistem ini, laba menjadi aspek yang sangat penting dan menjadi tujuan utama. Bisa dikatakan, sistem ekonomi ini lebih melihat hasil daripada proses.

  1. Terjadi persaingan bebas dalam pasar

Persaingan bebas dilakukan antara penjual yang menjual barang yang sama, pembeli untuk mencapai barang yang diinginkan, pekerja untuk mendapatkan pekerjaan, dan sebagainya.

  1. Pentingnya campur tangan modal dalam kegiatan ekonomi

Individu yang berada dalam sistem inidimotivasi oleh kekuatan ekonomi, sehingga bertindak agar mencapai kepuasan dan keuntungan besar dengan modal seminim-minimnya. Karenanya, keggiatan ekonomi yang dilakuan berlandaskan pada modal.

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis

Sama seperti sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi kapitalis memiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan. Berikut ini kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi kapitalis:

Baca Juga : Indikator dan Cara Menghitung pertumbuhan ekonomi

  • Kelebihan Sistem Perekonomian Kapitalis

  1. Mendorong inisiatif dan inovasi masyarakat
  2. Adanya persaingan, membuat setiap produsen terpacu untuk menghasilkan prodak
  3. Setiap orang bebas memiliki aset dan sumber daya produksi
  • Kelemahan Sistem Perekonomian Kapitalis

  1. Semakin jauh jurang perbedaan antara yang kaya dengan yang miskin
  2. Banyak terjadi perdagangan curang, karena tujuannya mendapat laba yang maksimal dan modal yang kecil
  3. Terjadi jual beli tenaga kerja di bawah umur dengan upah rendah, sekali lagi karena tujuannya mencari keuntungan tinggi dengan menekan biaya produksi hingga tingkat terendah.

Meski banyak yang menilai sistem ini masih memiliki cukup banyak kelemahan dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya, namun ternyata masih ada negara yang menggunakan sistem ekonomi ini. Apalagi, mereka tergolong merupakan negara maju. Negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis di antaranya, Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Ketiganya bahkan dikenal sebagai negara yang mampu menggerakan roda perekonomian dunia.

Loading...

Tinggalkan Balasan