Pengertian, Ciri-Ciri dan Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis

Diposting pada

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat suatu Negara secara merata dan tidak berlakunya penindasan apapunyang berkaitan dengan ekonomi.  Suatu pemerintahan yang menganut sistem ekonomi sosialis secara praktis dapat menguasai dan mengendalikan kegiatan ekonomi, sedangkan hak milik, kebebasan pasar beserta inisiatif ekonomi individu sangat dibatasi dan bahkan sangat ditekan.

Baca juga :  Mengenal Apa Itu Badan Ekonomi Kreatif

Secara langsung, sistem ekonomi sosialis diatur oleh Negara. Di dalam sistem ini berlangsungnya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab suatu Negara atau pemerintah pusat. Beberapa Negara yang terdapat di Eropa Timur yang menganut sistem ekonomi  telah menggunakan sistem ini. Selain itu, sistem ekonomi sosialis adalah sistem yang ditandai dengan kepemilikan social dan alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut. Kepemilikan social yang dimaksud disini merujuk kepada koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan Negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya. Prinsip-prinsip dasar sistem ekonomi yang sosialis adalah sebagai berikut.

  • Otoritas suatu negara untuk menguasai segala rupa asset masyarakat. Hal ini yang berarti regulasi seputar ekonomi serta kepemilikan harta dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah.
  • Kesejahteraan kebutuhan ekonomi. Hal ini terjadi pada masyarakat tidak bekerja untuk kepentingan pribadi, melainkan masyarakat hanyalah pegawai pemerintah yang gajinya dari keringat mereka sendiri.
  • Disiplin politik di negara yang menganut sistem ekonomi sosialis, yang mana parlemen sebagai lembaga yang berhak membuat konstitusi dan regulasi dikuasai oleh kaum jumawa, kaum proletarian, ataupun kaum buruh. Mereka ditempatkan oleh partai-partai guna membuat regulasi yang cenderung berpihak pada kaum buruh sebagaimana representasi kaum sosialis.

Baca juga : Cara Mendapatkan Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia dan Internasional Secara Gratis

Dalam penerapan sistem ekonomi sosialis akan terlihat seberapa jauh peran pemerintah dalam mengendalikan semua kegiatan ekonomi dan kepemilikan sumber daya. Hal ini dapat dikatakan bahwa pemerintah merupakan satu-satunya pelaku perekonomian dan puat kekuatan yang memiliki banyak peran. Oleh karena itu, unuk mengetahui apakah suatu negara menerapkan ekonomi sosialis bisa melihat beberapa ciri-ciri suatu ekonomi yang sosialis berikut.

  • Hak milik individu tidak diakui atau tidak diberi kewenangan dan kebebasan dalam kepemilikan sumber daya.
  • Seluruh sumber daya produk di dimiliki oleh negara.
  • Jalannya kegiatan perekonomian sepenuhnya tanggung jawab pemerintah.
  • Kegiatan ekonomi direncanakan dan diatur pemerintah yang merupakan satu-satunya pemilik kekuasaan perencanaan ekonomi.
  • Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat.
  • Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
  • Adanya pengakuan kesamaan antar golongan yang kaya dan yang miskin dalam berpolitik, sosial, dan ekonomi.
  • Adanya pengakuan kesamaan antara golongan yang kaya dan yang miskin dalam berpolitik, sosial, dan ekonomi.

Sistem ekonomi sosialis merupakan bentuk kritik terhadap adanya praktik sistem ekonomi liberal yang kemudian menciptakan kaum kapitalis.  Menurut kaum sosialis, dengan penerapan sistem kapitalisme memiliki kekurangan yang dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat miskin. Kaum sosialis berkeinginan untuk tetap memiliki peran dalam perekonomian, memiliki tugas untuk mengawasi dan memutuskan segala bentuk kebijakan yang nantinya hasil dari perekonomian bisa dirasakan lebih merata baik oleh pemerintah dan masyarakat. Berikut dipaparkan kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi sosialis.

Kelebihan  sistem yang ekonomi sosialis

  • Pemerintah sepenuhnya bertanggung jawab terhadap perekonomian.
  • Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.
  • Pemerintah mengatur distribusi.
  • Mudah dalam pengelolaan, pengendalian, dan pengawasan.
  • Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
  • Terwujudnya kesejahteraan social yang merata di masyarakat.

Kekurangan sistem ekonomi sosial

  • Hak milik individu tidak diakui.
  • Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha.
  • Potensi dan kretivitas masyarakat tidak berkembang.
  • Jalur birokrasi panjang.
  • Tidak adanya kompetisi yang menyebabkan sedikit jumlah pengusaha yang ada di negara tersebut.
  • Jumlah produksi sangat terbatas karena berkaitan dengan kemampuan produksi dan kebutuhan.

Loading...

Tinggalkan Balasan